Tuesday, November 20, 2018

METODE TILAWATI AL-QUR'AN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

         Senin, 5 November 2018, bertepatan dengan jadwal mata kuliah Studi Al-Qur’an yang diampu oleh Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan Ibu Ati’ Nusyafa’ah, M.Kom.I serta Ibu Baiti Rahmawat, S.Sos selaku asisten dosen, saya dari kelas E4 prodi Ilmu Komunikasi mendapat kesempatan untuk belajar tentang tilawati. Pemateri langsung didatangkan dari Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya dan disini ada 3 pemateri yaitu Bpk. Drs. H. Ali Muaffa, Bpk. Hari Susandi, S.Ag, dan Bpk. Toha Mahsun, S.Ag. Alamat di Jl. Ketintang Timur PTTV-B (dekat Royal Plaza).


        Sebelum masuk ke materi, perlu diketahui itu apa tilawati? Secara bahasa tilawati berarti bacaanku. Nama yang berarti doa para penyusunnya. Para penyusun Tilawati senantiasa berdoa agar umat Islam menjadikan Al Qur’an sebagai bacaan pertama dan utama. Tilawati merupakan metode belajar Al Qur’an yang disusun oleh 4 orang guru Al Qur’an dan motor penggerak gerakan TK-TP Al Qur’an Jawa Timur. Yakni, KH. Masrur Masyhud, S.Ag, KH. Thohir Al Aly, M.Ag, KH. Drs. H. Hasan Sadzili, dan Drs. H. Ali Muaffa. Tilawati menambah kaya metode belajar Al Qur’an di nusantara. Sebelumnya, telah berkembang ragam metode, seperti Qiroati, BBM, Ummi, Jet Tempur, Iqro’, Baghdadiyah dan lainnya.
       Tilawati adalah merupakan salah satu di antara metode pengajaran Al Qur'an. Tilawati menawarkan suatu sistem pembelajaran Al Qur'an yang yang mudah, efektif dan efesien demi mencapai kualitas bacaan, pemahamanan dan implementasi Al Qur'an. Titik berat pendidikan tidak hanya pada santri melalui munaqasah tapi juga pada guru/ustadz dan ustadzah dibina. Metode Tilawati menggabungkan metode pengajaran secara klasikal dan privat secara seimbang sehingga pengelolaan kelas lebih efektif. Pembelajaran dilakukan dalam 2 tahapan. Pertama teknik klasikal menggunakan alat peraga. Kedua baca simak dengan buku jilid.
       Dalam buku strategi pembelajaran Al Qur’an metode Tilawati, disebutkan beberapa ciri pembelajaran tilawati:
1. Pendekatan pembelajaran seimbang antara pembiasaan melalui metode klasikal dan kebenaran membaca melalui pendekatan individual dengan teknik baca simak
2. Penggunaan lagu rost sebagai lagu standart pembelajaran
3. Pendekatan klasikal menggunakan 3 teknik pembelajaran. Yakni, teknik 1, guru membaca santri/siswa mendengarkan. Tekik 2, guru membaca santri menirukan. Teknik 3 guru dan santri membaca bersama-sama.
4. Alokasi waktu penerapan klasikal 15 menit. Alokasi baca simak 30 menit.
5. Kenaikan halaman buku tilawati dilakukan bersama-sama dalam satu kelas, bila santri lancar dalam satu kelas mencapai angka 70 persen.
6. Satu jilid buku diselesaikan dalam waktu 60 kali pertemuan. Dengan standart tatap muka tiap minggu 5 kali.
       Metode tilawati ini menggunakan nada lagu ross, salah satu jenis lagu yang digunakan dalam membaca Al Qur’an. Menurut penelitian ada beberapa manfaat membaca Al-Qur’an dengan menggunakan lagu, yaitu memudahkan penguasaan materi, membuat senang dan semangat, mendapat Sunnah Nabi Muhammad SAW, optimalisasi otak (kanan-kiri), dan membuat daya ingat makin kuat. Metode tilawati dalam penerapan lagu ross memiliki rumus, yaitu: a. 1 BARIS 1 KAL. = TURUN atau DATAR NAIK TURUN b. 1 BARIS 2 KAL. = KAL 1 NAIK, 2 TURUN c. 1 BARIS 3, 4, 5 KAL = KAL 1 DATAR, KAL TERAKHIR TURUN, KAL YANG TENGAH NAIK SEMUA d. 1 BARIS 1 KAL PANJANG 2 = Maka setiap baris satu nada dan urut “datar, naik, turu”
Tahapan makro teaching: 1. Salam 2. Menyapa siswa 3. Doa pembuka (ta’awudz dan basmalah) 4. Praga (klasikal : teknik sesuai pertemuan) 5. Buku, diawali klasikal (T2, Baca simak, 2 putaran), diakhiri klasikal T3 untuk pemantapan 6. Presentase kelancaran 7. Doa penutup (hamdalah) 8. Salam perpisahan.
       Jadi belajar membaca Al-Qur’an dengan metode tilawati tidaklah sulit apabila kita benar-benar memperhatikannya, istiqomah dalam belajar insyaAllah semua akan dipermudah. Dijelaskan dalam HR. Bukhari tentang keutamaan belajar Al-Qur’an yang kurang lebih artinya “Orang yang paling baik diantara kalian adalah seorang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”, dan dijelaskan pula dalam QS. Yasiin 36:12 “Semua yang anda lakukan seumur hidup di dunia itu semua dicatat oleh Allah SWT, sampai-sampai ada bekasnya pun ikut dihitung” Jadi bagaimana? Masih ragu tentang keutamaan belajar Al-Qur’an, pahala yang kita dapat dalam belajar dan mengajarkan Al-Qur’an sedangkan Allah sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an. Ayo kita terus belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, kita mengamalkan apa yang ada di Al-Qur’an, kita pupuk semangat untuk mencintai Al-Qur’an dan selalu mengutamakannya dan jangan sampai ada yang mengalihkan perhatian kita terhadap Al-Qur’an.

 “TIDAK ADA YANG DAPAT MENJAMIN KESELAMATAN SESEORANG DARI KESESATAN KECUALI SEJAUH MANA KEHIDUPANNYA MERUJUK KEPADA AL-QUR’AN DAN AL-HADITS”

2 comments:

  1. ternyata model tilawati bisa sangat membantu bagi yang akan mempelajari Al Qur'an lebih mendalam

    ReplyDelete